Tak sedikit wanita yang ingin memiliki tubuh ramping. Mereka pun melakukan berbagai diet, termasuk diet ketat. Diet ketat dilakukan dengan mengurangi jumlah makanan, memilih jenis makanan dan tidak makan selama beberapa jam.

Padahal, jika diet ketat dilakukan tanpa olahraga dapat membuat kulit kendur, apalagi jika penurunan berat badannya terjadi secara drastis.

Dikatakan oleh dr. Eliza Miranda, SpKK, dokter spesialis kulit dan kelamin, diet yang berlebihan memang memiliki pengaruh terhadap kulit dan menimbulkan penuaan dini, seperti kulit keriput, kendur, berkerut dan lebih tua dari usia sebenarnya. Pipi juga bisa terlihat kempot atau kendur dan turun.

Diet seharusnya mengatur pola makan yang sehat, yang mengandung karbohidrat, protein, lemak dan serat secara seimbang. Tetapi seringkali orang menyalahartikan diet dengan mengurangi atau meniadakan sama sekali waktu makan. Akibatnya asupan makanan untuk sehari-hari tidak cukup.

Jika asupan makan berkurang seperti asupan protein berkurang, maka akan timbul efek samping yang tidak diinginkan.

Protein berfungsi untuk meregenerasi semua sel-sel di dalam tubuh, termasuk sel-sel yang ada di dalam kulit. Dengan berkurangnya asupan protein maka sel-sel di dalam kulit regenerasinya terhambat.

Begitu juga jika kekurangan vitamin, seperti Vitamin C. Vitamin C merupakan zat yang membentuk kolagen karena itu jika kekurangan maka pembentukan kolagennya berkurang sehingga penuaan dini seperti keriput akan muncul.

Diet ketat juga menimbulkan dehidrasi atau kulit kering. Biasanya dengan seseorang melakukan diet ketat membuat cairan di dalam tubuh berkurang sehingga kulit kering, pecah-pecah dan mudah terkena eksim atau dermatitis dan gatal-gatal.

Asupan makan yang kurang juga mengakibatkan bagian lemak lebih sedikit. Padahal, lemak merupakanĀ skin barrierĀ atau sawar kulit sehingga kulit permukaannya terlihat halus.